Tugas : Mengenai Containerization
Container adalah sebuah virtualisasi OS yang dapat membungkus suatu aplikasi beserta dependency dan environment-nya. Setiap container ini memiliki process yang terisolir sehingga tidak mengganggu host OS ataupun container yang lain. Prinsip container ini mirip dengan kontainer yang ada di kapal kargo di mana kapal kargo tersebut diibaratkan sebagai sistem komputer.
Container merupakan vitualisasi yang ringan karena hanya menyediakan kebutuhan minimum yang
dibutuhkan sebuah aplikasi supaya bisa berjalan dan juga merupakan
virtual machine minimalis yang tidak berjalan pada hypervisor.
Kelebihan Container
- Secara pengaturan kontainer lebih mudah karena konsep berbagi resource hardware dari container lebih fleksibel
- Mengurangi resource yang dibutuhkan dalam IT Management
- Waktu yang dibutuhkan untuk mengemas dan memasang app dalam container lebih cepat.
- Performa maksimum tergantung pada hardware fisik
- Virtualisasi pada level OS
- Terisolasi pada level proses
- Keamanan adalah masalah dengan virtualisasi berbasis container dibandingkan dengan mesin virtual tradisional. Dalam container, Kernel dan komponen lain dari sistem operasi host dibagikan. Mereka memiliki akses root, jadi container kurang terisolasi satu sama lain. Secara keseluruhan, itu tergantung pada jenis aplikasi dan modifikasi.
- Ada kurang fleksibilitas dalam sistem operasi. Jika Anda ingin menjalankan kontainer dengan sistem operasi yang berbeda, Anda harus memulai server baru.
Linux Containers (LXC)
Platform ini merupakan cikal bakal lahirnya container. Linux Containers (LXC) ini adalah virtualisasi OS yang memungkinkan kita menjalankan beberapa sistem Linux di dalam satu sistem komputer secara bersamaan. Tentu saja platform ini hanya berlaku untuk Linux saja.Docker
Pada awalnya, project pertama Docker adalah membangun single app LXC container, mengenalkan beberapa perubahan pada LXC sehingga lebih portabel dan fleksibel. Lama-kelamaan Docker berkembang hingga memiliki container runtime sendiri.Teknologi yang Dapat di Implementasikan Pada Smart City
Container dapat menjalankan aplikasi lebih cepat dan lebih efisien dibanding dengan virtual machine. Container
juga dapat berjalan dengan sangat baik di aplikasi/servis yang
bergantung pada server, sehingga sangat cocok bila diterapkan pada cloud computing.
Hasil dari proses Docker dapat juga dijalankan di virtual machine. Ini memungkinkan untuk menjalankan container dan virtual machine dijalankan secara bersamaan untuk beberapa pengaturan cloud tertentu. Container juga dapat berjalan tanpa VM di dalam cloud untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Berdasarkan data urbanisasi dunia, diperkirakan pada 2050 ada sekira
66% penduduk dunia yang hidupnya berada di area perkotaan. Dengan
banyaknya jumlah warga perkotaan ini, tentu saja kota harus mampu
menyediakan ragam kebutuhan dasar seperti makanan sehat, air bersih,
hingga kecukupan energi. Selain itu, butuh pula jaminan stabilitas
ekonomi, sosial, dan kelestarian lingkungan.
Untuk mewujudkan target-target ambisius tersebut, hadirlah konsep smart city.
Konsep ini menggabungkan pemerintahan, masyarakat, teknologi, dan
lingkungan dalam satu kerangka utama. Faktanya kemudian, integrasi
teknologi menjadi tantangan utama yang memerlukan kerja sama dan
perhatian lebih dari banyak pihak karena terkait dengan sistem yang akan
dijalankan di dalam smart city. Maka dari itu untuk mewujudkan smart city akan di butuhkan aplikasi yang banyak untu menjalankannya. dengan ada container aplikasi yang banyak tersebut akan berjalan dengan cepat dan efisien.


Komentar
Posting Komentar